In the name of Allah, the most merciful, most gracious.
Ini adalah hikmah tugas akhir dari mata kuliah DPBO (Desain Pemrograman Berorientasi Objek), tugas akhir kali ini ialah untuk membuat suatu game berbasis pertualangan RPG. Pengerjaan tugas kali ini dilakukan berkelompok, kelompok saya terdiri dari 5 orang yaitu saya, Aldita Yurioputri, Anggi Aida Budaya, Floristi Dwi Ratna dan Hafifullah Khalis.
Pelajaran yang dapat diambil :
1. Prologue
Karena waktu pengerjaan yang sangat sedikit dengan sumber daya alam yang kurang memadai, maka saya pun memutar otak untuk bisa membuat game dengan cepat dan tepat, apalagi game tersebut harus dibuat dengan game engine yang seyogyanya kita harus (lagi) membaca library yang isinya lebih dari 100 class.
2. Kebimbangan
Awalnya saya semangat untuk membuat game baru namun berhubung waktu yang sempit, akhirnya saya memakai template yang disediakan untuk membuat game tersebut. Awalnya semua berjalan lancar, namun disaat saya ingin menambahkan fitur game saya semua menjadi aneh. Saya tidak tahu untuk menaruh kodingan tersebut dikarenakan kodingan itu merupakan 40% algoritma seseorang, bukan algo kita sendiri. Jadilah saya menyesal, saya baru menyadari tindakan saya memakai template itu merupakan sesuatu yang salah. Namun, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, deadline tinggal menunggu hari, sudah terlambat untuk mengulang semua. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan, walau tanpa arah.
3. Kesimpulan
Jadilah diri sendiri, lebih baik merekonstruksi semua dari 0 daripada harus mengukir di atas kanvas seseorang. Karena anda akan terkekang, tidak nyaman dan tak bebas bereksplorasi, nikmatilah karunia yang telah Allah berikan kepada Anda, orang hebat itu adalah orang yang dapat pulih setelah jatuh dan mencoba memperbaiki kesalahannya
Percaya pada tim. jika anda adalah ketua, maka tanggung jawab anda untuk menjaga agar roda harus tetap berjalan. Bimbing, ajar dan pahami mereka. Selama ini saya hanya berharap mereka bisa mencari jalannya sendiri tapi tidak. You have to encourage them, jangan pernah merasa bisa mengerjakan semuanya sendiri.


